SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN

Posted: 11 Januari 2011 in download, tutorial
Tag:, ,

BAB I

PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari kata latin cellulae yang berarti kamar-kamar kecil. Anton Van Leeuwenhoek melakukan banyak pengamatan terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik serta menunjukkan pertama kali pada dunia ada “kehidupan di dunia lain” yang belum pernah dilihat oleh manusia.

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Dua orang ilmuwan dari Jerman yaitu Matt Lias Schleiden (ahli tumbuhan, 1804 – 1881) dan Theodor Schwann (ahli hewan, 1810 – 1882) menyimpulkan bahwa setiap makhluk hidup tersusun atas sel. Selanjutnya pada tahun 1885 seorang ilmuwan Jerman, Rudolf Virchow, mengamati bahwa sel dapat membelah diri dan membentuk sel-sel baru.

1.2     Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian dari sel?
  2. Apa perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan?
  3. Bagaimana bagian-bagian dan fungsi organela-organela sel ?
  4. bagaimana bagian-bagian yang dimiliki oleh tumbuhan?
  5. Bagaimana bagian-bagian yang dimiliki sel hewan?

1.3     Tujuan Penyusunan

  1. Untuk mengetahui pengertian dari sel secara umum.
  2. Perbedaan ciri pokok antara sel hewan dan sel tumbuhan serta ciri pokok antara sel hidup dan sel mati.
  3. Untuk mengetahui fungsi organela-organela sel.
  4. Untuk mengetahui bagian-bagian sel hewan beserta fungsinya.
  5. Untuk mengetahui bagian-bagian sel tumbuhan beserta fungsinya.

BAB II

SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN

2.1 Pengertian Sel

Sel adalah satu unit dasar dari tubuh manusia dimana setiap organ merupakan gregasi/penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh sokongan struktur-struktur interselluler. Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Misalnya sel darah merah yang jumlahnya 25 triliun berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Disamping sel darah merah masih terdapat sekitar 75 triliun sel lain yang menyusun tubuh manusia, sehingga jumlah sel pada manusia sekitar 100 triliun sel.

Walaupun banyak sel yang berbeda satu sama lainnya, tetapi umumnya seluruh sel mempunyai sifar-sifat dasar yang mirip satu sama lain, misalnya :

  • oksigen akan terikat pada karbohidrat, lemak atau protein pada setiap sel untuk melepaskan energi
  • mekanisme umum merubah makanan menjadi energy
  • setiap sel melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan disekitarnya
  • hampir semua sel mempunyai kemampuan mengadakan reproduksi dan jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain akan beregenerasi

Secara umum sel-sel yang menyusun tubuh manusia mempunyai struktur dasar yang terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus).

Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, elektrolit, protein, lemak dan karbohidrat.

  1. Air

Medium cairan utama dari sel adalah air, yang terdapat dalam konsentrasi 70-85%. Banyak bahan-bahan kimia sel larut dalam air, sedang yang lain terdapat dalam bentuk suspensi atau membranous

  1. Elektrolit

Elektrolit terpenting dari sel adalah Kalium, Magnesium, Fosfat, Bikarbonat, Natrium, Klorida dan Kalsium. Elekrolit menyediakan bahan inorganis untuk reaksi selluler dan terlibat dalam mekanisme kontrol sel

  1. Protein

Memegang peranan penting pada hampir semua proses fisiologis dan dapat diringkaskan sebagai berikut :

  1. Proses enzimatik
  2. Proses transport dan penyimpanan
  3. Proses pergerakan
  4. Fungsi mekanik
  5. Proses imunologis
  6. Pencetus dan penghantar impuls pada sel saraf
  7. Mengatur proses pertumbuhan dan regenerasi.
  1. Lemak

Asam lemak yang merupakan komponen membran sel adalah rantai hidrokarbon yang panjang, sedang asam lemak yang tersimpan dalam sel adalah triasilgliserol, merupakan molekul yang sangat hidrofobik. Karena molekul triasilgliserol ini tidak larut dalam air/larutan garam maka akan membentuk lipid droplet dalam sel lemak (sel adiposa) yang merupakan sumber energi. Molekul lemak yang menyusun membran sel mempunyai gugus hidroksil ( fosfolipid dan kolesterol) sehingga dapat berikatan dengan air, sedangkan gugus yang lainnya hidrofobik (tidak terikat air) sehingga disebut amfifatik.

  1. Karbohidrat

Suatu karbohidrat tersusun atas atom C,H, dan O. Karbohidrat yang mempunyai 5 atom C disebut pentosa, 6 atom C disebut hexosa adalah karbohidrat-karbohidrat yang penting untuk fungsi sel. Karbohidrat yang tersusun atas banyak unit disebut polisakarida. Polisakarida berperan sebagai sumber energi cadangan dan sebagai komponen yang menyusun permukaan luar membran sel. Karbohidrat yang berikatan dengan protein (glikoprotein) dan yang berikatan dengan lemak (glikolipid) merupakan struktur penting dari membran sel. Selain itu glikolipid dan glikoprotein menyusun struktur antigen golongan darah yang dapat menimbulkan reaksi imunologis.

Sitoplasma dan organel Sel bukanlah semata-mata suatu kantong yang berisi cairan, enzim dan bahan kimia, tetapi juga mengandung struktur-struktur fisis yang tersusun dengan sangat sempurna, yang disebut sebagai organel dan sangat penting bagi fungsi sel. Misalnya tanpa adanya mitokhondria, maka lebih dari 95 % enersi yang disuplai oleh sel akan segera menghilang.

Di dalam sitoplasma inilah tersebar berbagai bahan, yaitu globulus lemak netral, granula-granula glikogen, ribosome, granula sekretoris, dan lima macam organel terpenting yaitu retikulum endoplasma, aparatus Golgi, mitokhondria, lisosom dan peroksisom.

Inti Sel (Nucleus)

Inti sel merupakan pusat pengatur berbagai aktifitas sel. Nukleus mengandung DNA dalam jumlah besar yang disebut gen. Gen yang terdapat pada kromosom berfungsi untuk sintesa RNA yang mengatur karakteristik dari protein yang diperlukan untuk berbagai aktifitas enzimatik, serta mengatur reproduksi sel. Inti sel terdiri atas nukleolus, nukleoplasma dan membran inti sel.

Membran dari inti sel terdiri 2 lapis, dimana lapisan luar berhubungan dengan membran retikulum endoplasma. Pada membran inti sel terdapat porus yang mempunyai diameter yang cukup besar sehingga dapat dilalui oleh molekul protein yang disintesa dalam inti sel.

DNA yang terdapat pada kromosom merupakan struktur double stranded (double helix) yang terdiri dari : 1) gugus posfat 2) gugus pentose (gula) yaitu deoksiribosa dan 3) basa nitrogen yaitu purine : adenine dan guanine; pirimidine : sitosine dan thymine. Gugus posfat dan pentose membentuk struktur fisik DNA, sedangkan 4 basa yang berbeda ini membawa informasi genetik. Pada DNA, adenin selalu berikatan dengan thymine dan guanin selalu terikat dengan sitosine.

Karena DNA berlokasi pada inti sel sedang hampir semua aktifitas sel terjadi pada sitoplasma, maka dibentuklah RNA yang dapat berdifusi menuju sitoplasma untuk mengatur sintesa protein yang spesifik. Proses pembentukan RNA diatur oleh DNA melalui proses transkripsi.

Terdapat 3 jenis RNA yang dibentuk oleh DNA, dimana tiap jenis RNA mempunyai fungsi yang berbeda, yaitu :

  1. Messenger RNA (mRNA), berfungsi membawa kode genetik ke sitoplasma untuk mengatur sintesa protein.
  2. Transfer RNA (tRNA) untuk transport asam amino menuju ribosom untuk digunakan menyusun molekul protein
  3. Ribosomal RNA (rRNA) untuk membentuk ribosom bersama dengan 75 protein lainnya.

Bila molekul mRNA kontak dengan ribosom, maka akan dibentuklah molekul protein disepanjang ribosom. Proses pembentukan protein ini disebut translasi. Jadi pada ribosom terjadi proses kimia penyusunan asam amino untuk membentuk protein.

2.2 Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan

Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup, baik secara struktural dan fungsional. Sel merupakan satuan dasar yang menyusun organisme. Perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan dapat kita lihat dari organel-organel yang dimiliki oleh masing-masing sel hewan dan sel tumbuhan.

Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan dapat kita lihat dari berikut :

  1. Sel Hewan
  1. tidak memiliki dinding sel
  2. tidak memiliki plastida
  3. memiliki lisosom
  4. memiliki sentrosom
  5. timbunan zat berupa lemak dan glikogen
  6. bentuk tidak tetap
  7. pada hewan tertentu memiliki vakuola, ukuran kecil, sedikit
  8. memiliki dinding sel dan membran sel
  9. umumnya memiliki plastida
  10. tidak memiliki lisosom
  11. tidak memiliki sentrosom
  12. timbunan zat berupa pati
  13. bentuk tetap
  14. memiliki vakuola ukuran besar, banyak
  1. Sel Tumbuhan

Sel yang dikatakan hidup adalah sel yang masih memiliki inti sel dan sitoplasma. Sel Hewan tidak memiliki dinding sel dengan bentuk yang tidak tetap sedangkan sel tumbuhan memiliki dinding sel, membran sel, kloroplas dan bentuk yang tetap (memiliki bentuk).

Sel bawang merah (Allium cepa) berbentuk heksagonal, di dalamnya terdapat protoplasma sehingga sel bawang merah dinyatakan hidup dengan warna merah muda. Perbesaran yang dilakukan sebesar 10 x dengan menggunakan mikroskop listrik.

Sel gabus (Manihot utilissima) yang dipotong melintang tampak berbentuk heksagonal, sel yang satu dengan sel yang lainnya tersusun rapi dan rapat, di dalam dinding sel terlihat kosong, sel gabus adalah sel mati.

Daun Hydrilla verticillata adalah tumbuhan air yang memiliki klorofil, sehingga terlihat berwarna hijau, selnya berbentuk heksagonal panjang seperti susunan bata, di dalamnya terdapat bintik-bintik berwarna hijau yang disebut kloroplas.

Sel kapas (Gossypium sp) memiliki batas-batas yang jelas yang disebut sigma, selain itu sel kapas juga terdapat torsi. Di dalam sel terlihat kosong, ini menandakan bahwa sel kapas adalah sel mati. Perbesaran yang digunakan untuk mengamati sel kapas adalah 10 x. Sel berwarna bening.

Sel kapuk (Ceiba pentandra) memiliki batas-batas yang jelas, sel kapuk berbentuk seperti tabung panjang yang kosong. Perbesaran yang digunakan untuk mengamati adalah 10 x. Warna dari sel kapuk sendiri agak kehitaman, bening.

Daun Ficus elastica yang dipotong melintang, terlihat bagian-bagian daun secara jelas dengan mikroskop listrik dengan pembesaran 10x. Memiliki xilem dan floem di bagian epidermis bawah, terdapat stoma yang berwarna putih dan bergaris.

Berikut ini adalah gambar sel hewan dan sel tumbuhan:

2.3 Fungsi – fungsi Organela-organela Sel

  1. Membran Plasma

Tersusun atas lemak (lipid) dan protein (lipoprotein).

Fungsi: melindungi sel, mengatur keluar masuknya zat dan sebagai penerima rangsang dari luar sel.

  1. Sitoplasma

Tersusun atas:

-         cairan: sitosol

-         padatan: berupa organela-organela

Fungsi: tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel.

  1. Nukleus

Merupakan organel terbesar, berbentuk bulat, membran rangkap. Di dalam nukleus terdapat nukleoplasma, yang terdiri atas benang kromatin yang tersusun atas DNA, RNA dan protein. Selain itu terkadang terbentuk nucleolus.

Fungsi: pengendali seluruh aktivitas sel, pengatur pembelahan sel dan pembawa informasi genetik.

  1. Sentriol

Hanya dimiliki sel hewan.

Fungsi: menarik kromosom menuju ke kutub.

  1. Retikulum Endoplasma (RE)

Berbentuk benang-benang jala meliputi:

-         RE kasar: terdapat ribosom, berfungsi utk transpor dan sintesis protein.

-         RE halus: tidak t’dapat ribosom, berfungsi utk transpor dan sintesis lemak dan steroid.

  1. Ribosom

Tersusun dr protein dan RNA, berbentuk bulat dan tidak bemembran.

Fungsi: tempat berlangsungnya sintesis protein.

  1. Kompleks Golgi

Terdiri atas membran berbentuk kantong pipih. Pd sel tumbuhan, kompleks golgi disebut diktiosom.

Fungsi: sekresi polisakarida, protein dan lendir (musin).

  1. Lisosom

Merupakan membran berbentuk kantong kecil berisi enzim hidrolitik yg berfungsi dalam pencernaan intrasel.

Fungsi lain:

- mencerna materi yg diambil secara endositosis.

- menghancurkan organela sel lain yg sudah tidak berfungsi (autofage).

- menghancurkan selnya sendiri (autolisis).

  1. Mitokondria

Memiliki membran rangkap (luar dan dalam). Membran dalam berlekuk-lekuk membentuk krista.

  1. Mikrotubulus

Tersusun atas protein tubulin.

Fungsi: punyusun spindel, sentriol, silia dan flagela.

  1. Mikrofilamen

Tersusun atas protein aktin.

Fungsi: dalam gerakan sel, sitoplasma, kontraksi otot dan pembelahan sel.

  1. Dinding Sel

Tersusun atas protein selulose, hemiselulose, pektin dan lignin.

Fungsi: memberi bentuk sel, melindungi bagian sebelah dalam, dan mengatur transportasi zat.

  1. Badan mikro

Terdiri:
- Peroksisom: mengandung enzim katalase.

- Glioksisom: mengandung enzim katalase dan oksidase.

  1. Plastida
    Organela yg mengandung pigmen, meliputi:

- Kloroplas: plastida yg mengandung pigmen klorofil/hijau.

- Kromoplas: plastida yg mengandung pigmen merah, jingga, kuning.

- Leukoplas: plastida yg tidak mengandung pigmen.

  1. Vakuola

Vakuola sel tumbuhan bersifat menetap.

Fungsi: Tempat menyimpan cadangan mkanan, pigmen, minyak atsiri dan sisa metabolisme.

2.4 Sel Hewan

Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan. Sel hewan berbeda dari sel eukariotik lain, seperti sel tumbuhan, karena mereka tidak memiliki dinding sel, dan kloroplas, dan biasanya mereka memiliki vakuola yang lebih kecil, bahkan tidak ada. Karena tidak memiliki dinding sel yang keras, sel hewan bervariasi bentuknya. Sel manusia adalah salah satu jenis sel hewan.

Sel hewan tidak memiliki dinding sel. Protoplasmanya hanya dilindungi oleh membran tipis yang tidak kuat. Ada beberapa sel hewan khususnya hewan bersel satu, selnya terlindungi oleh cangkok yang kuat dan keras. Cangkok tersebut umumnya tersusun atas zat kersik dan pelikel, dijumpai misalnya pada Euglena dan Radiolaria.

Secara umum sel hewan tidak memiliki vakuola. Jika ada vakuola, ukurannya sangat kecil. Pada beberapa jenis hewan bersel satu ditemukan adanya vakuola, misalnya pada Amoeba dan Paramaecium. Terdapat dua macam vakuola, yaitu vakuola kontraktil (alat osmoregulasi) dan vakuola non kontraktil (penyimpan makanan). Bagian paling besar pada sel hewan adalah nukleus.

Dalam satu sel hewan terdapat dua sentriol. Kedua sentriol ini terdapat dalam satu tempat yang disebut sentrosom. Saat pembelahan sel, tiap sentriol memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom.

2.5 Sel Tumbuhan

Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Sel tumbuhan cukup berbeda dengan sel organisme eukariotik lainnya. Fitur-fitur berbeda tersebut meliputi:

Kelompok tumbuhan tidak berflagella (termasuk konifer dan tumbuhan berbuga) juga tidak memiliki sentriol yang terdapat di sel hewan.

Bagian terluar dari sel tumbuhan adalah dinding sel. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan penunjang. Dinding yang terbentuk pada waktu sel membelah disebut dinding primer dan setelah mengalami penebalan, berubah menjadi dinding skunder. Dinding primer sel merupakan selaput tipis yang tersusun atas serat-serat selulosa. Serat ini amat kuat daya regangnya. Dinding sel yang kaku tersusun atas polisakarida: hemiselulosa dan pektin.

Dinding sel skunder dimiliki oleh sel-sel dewasa. Dinding skunder memiliki kandungan selulosa lebih banyak berkisar 41-45%, juga hemiselulosa dan lignin.

Diantara dinding dua sel yang berdekatan terdapat lamela tengah, tersusun atas magnesium dan kalium pekat berupa gel. Diantara dua sel bertetangga (saling menempel) terdapat pori. Melalui pori ini dua sel dihubungkan oleh benang-benang plasma yang dikenal plasmodesmata.

Dinding sel dibentuk oleh diktiosom. Bersama dengan vakuola, dinding sel berperan dala turgiditas sel (kekakuan sel). Ia mengakibatkan bentuk sel tetap.

Sel tumbuhan memiliki vakuola yang lebih besar (dibanding sel hewan). Vakuola sel tumbuhan bersifat menetap. Sel-sel tumbuhan yang memiliki vakuola –paling– besar adalah sel-sel parenkim dan kolenkim. Selain itu sel tumbuhan memiliki organel yang tidak terdapat di dalam sel hewan, fungi, maupun prokariota seperti bakteri dan ganggang hijau-biru, yaitu plastida.

Bentuk plastida bisa bulat, oval maupun cakram. Plastida dibedakan menjadi leukoplas, kromoplas dan kloroplas, dimana ketiganya merupakan perkembangan dari proplastida (plastida muda).

BAB III

KESIMPULAN

  1. Sel adalah satu unit dasar dari tubuh manusia dimana setiap organ merupakan gregasi/penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh sokongan struktur-struktur interselluler. Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Misalnya sel darah merah yang jumlahnya 25 triliun berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Disamping sel darah merah masih terdapat sekitar 75 triliun sel lain yang menyusun tubuh manusia, sehingga jumlah sel pada manusia sekitar 100 triliun sel.
  2. Sel dikatakan mati apabila sudah tidak mempunyai inti sel dan sitoplasma (kosong). Contohnya sel gabus pada penampang melintang ubi kayu.
  3. Sel – sel yang hidup pada umumnya mempunyai dinding sel, inti sel / nukleus, di dalam sel terdapat organel-orgenel/ruang selnya tidak kosong, serta protoplasma.
  4. Pada sel hewan :

Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan. Sel hewan berbeda dari sel eukariotik lain, seperti sel tumbuhan, karena mereka tidak memiliki dinding sel, dan kloroplas, dan biasanya mereka memiliki vakuola yang lebih kecil, bahkan tidak ada. Karena tidak memiliki dinding sel yang keras, sel hewan bervariasi bentuknya. Sel manusia adalah salah satu jenis sel hewan.

  1. Pada sel tumbuhan :
    1. Memiliki membran sel yang terletak di bagian dalam dinding sel.
    2. Pada sel tumbuhan sitoplasma tidak mengandung sentriol dan sentroso.
    3. Sel tumbuhan memiliki kloroplas yang mengandung pigmen hijau daun yaitu klorofil, yang memberi warna hijau pada tumbuhan dan sangat penting dalam peristiwa fotosíntesis.

DAFTAR PUSTAKA

Azidin, 1986. Ringkasan Biologi. Ganeca Exact; Bandung.

Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar-dasar Mikrobiologi. Djambatan; Jakarta.

Johnson, 1985. Anatomi Tumbuhan. Universitas Gajah Mada; Yokyakarta.

Saktiono. 1989. Biologi Umum. Gramedia; Jakarta.

Syamsuri., I.  2000.  Biologi 2000.  Erlangga;  Jakarta.

Winarto, L.M. 1981. Penuntun Pelajaran Biologi. Ganeca Exack; Bandung.

Komentar
  1. ciciel mengatakan:

    kunjungi yah blog aku sale bru2 buat jg…n klo udah di liat tinggalkan koment2 yah.. mkseh sebelumna,,, :-)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s