monyet kecil JATUH CINTA

Posted: 3 Februari 2010 in Jeritanku, Sekitarku
Tag:, , ,

Kalau kata orang “tiada masa yang paling indah selain masa-masa di SMA”, mungkin bagiku tidak berlaku, karena bagiku masa-masa yang paling indah adalah masa-masa di SD. Nyeleneh gw…. tapi ga salah’kan? hehe.

SD-ku merupakan sekolah Inpres yaitu SD Inpres Sukamaju yang terletak di sebuah kampung, tepatnya di Kampung Pamukiran Desa Cikeusal Kecamatan Cikeusal yang awal tahun 2008 kemarin runtuh karena angin kencang, entah karena usia yang sudah tua atau mungkin karena kurang kepedulian kita pada sarana pendidikan yang sudah tidak memadai, sehingga bangunan yang sejatinya sudah harus direhab atau dibangun ulang dibiarkan sampai runtuh. Untung kejadian itu tidak pas anak-anak lagi mengadakan kegiatan belajar mengajar, bisa dibayangkan kalau kejadian itu pas anak-anak lagi mengadakan KBM. Duuh….

Benar, puisi Prof. Dr. Winarno Surachmad, M.Ed. sebelum Wapres Jusuf Kalla menyampaikan pidatonya di hadapan publik guru ketika HUT ke – 60 PGRI digelar di Solo, dalam sebait puisinya ‘Kapan sekolah kami lebih dari kandang ayam?” Pak Wapres waktu itu sangat emosional mendengar bait nyeleneh sang Profesor. Saya dukung Prof! Emang bener kho…!! Mana mungkin akan menghasilkan SDM yang berkualitas kalau sarana pendidikanya aja kaya kandang ayam. Mudah-mudahan ada yang dengar. Hehe…

Ngomongin SD-ku yang dulu buluk kaya kandang kambing yang usianya seusiaku sekarang, juga terlepas dari ambruknya sekolahku, yang sekarang sudah dibangun kembali dan berdiri dengan megahnya.  Aku teringat kembali akan cerita lucu masa kecilku dulu, pas duduk di bangku kelas VI SD. Bolehlah aku dimasukkan dalam kategori murid terpandai pilihan pemerisa. Makanya ga heran banyak anak-anak yang deket dan pengen jadi temanku mungkin biar ketularan pinternya kali. Hehe…  serasa. Begitupun dengan temen-temen cewekku. Ada seorang temen cewekku yang aku merasa perhatian banget, mungkin waktu itu perasaan aku aja kali  yang kegeeran. Tapi lain ceritanya ketika tanpa sepengetahuanku dia memproklamirkan dirinya sebagai pacarku. Dan tentu saja membuat heboh temen-temenku. Duuuh… kecil-kecil udah pacaran. Maluuu… banget waktu itu, apalagi waktu ketauan dia ngirim surat, yang nerima Bokap. Ya udah kacau ceritanya….  seantero penghuni rumah dan sekitarnya tahu semua, kalau aku dapat surat cinta dari temen cewekku. Dibacain lagi di depan khalayak penghuni rumah kaya pengumuman waktu Upacara Bendera.  Ditaro dimana muka cakep pilihan pemirsa ini. Hehe…. Oya maklum dulu ga ada alat komunikasi yang canggih kaya sekarang, dulu paling-paling surat dan ujung-ujungnya pasti ga jauh dari kata-kata : “4 x 4 = 16 sempat ga sempat harus dibalas.” Atau “Buah jeruk buah delima, tulisan buruk harus dihina!! Hehe

Aku robek-robek tuh surat, trus aku buang ke pojok kamar. Dan tanpa sepengetahuan siapa-siapa aku susun kembali robekan surat itu, jujur ada perasaan dedegan, juga senang yang ga bisa diungkapkan. hehe…

Setelah kejadian itu, kalau ketemu dia bawaannya dedegan ajah, panas dingin, suka salah tingkah, suka curi-curi pandang, biarpun sember tetep nyanyi-nyanyi biar kedenger dia, terus yang paling lucu kalau lewat depan rumahnya cuma liat sandalnya doang perasaan ini sudah seneeeeeeeng banget. Hehe… dasar Monyet lagi jatuh cinta!!

Kalau teringat masa kecilku itu, aku suka cengar cengir sendiri kaya monyet kepanasan. Banyak kejadian masa kecil khususnya masa-masa SD yang sekarang juga masih tetap membekas di jidat lembarku ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s